27/ on Januari 22, 2020 with Tidak ada komentar seumpama kau menjadi awan, lalu remuk menjadi air yang tak terhitung jumlahnya, aku adalah lautnya. kau bisa pulang dengan dukacitamu, dan pergi dengan sukacita yang terlihat dari pesonamu. Share: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar