hanya beberapa bagian yang hilang.

hidup dalam ketidaksetaraan; biasakanlah.

pertanyaan yang tabu, tapi sering kutanyakan pada siapa pun:
"apa cita-citamu?"
bahkan guruku berkata,
"mereka yang berhasil adalah mereka yang telah menikah."
apakah salah?
tidak juga.

dan untuk apa kuliah?
supaya dapat gelar agar terpandang dan dapat kerja yang enak?
lalu untuk apa bekerja?
untuk membuat kontrakan berpintu-pintu?

bahkan aku, yang pernah menjual jiwa dan ragaku pada setan, belum tahu jawabannya.

aku yang masih muda, yang berasal dari keluarga tak utuh, berusaha mati-matian menghalalkan segala pekerjaan untuk mendapatkan rupiah yang tak seberapa, menangis semalaman demi cita-cita yang saat ini hanya bisa kubayangkan, masih berusaha menjadi menusia seutuhnya.

kuharap, apapun yang sedang kau perjuangkan saat ini, semoga membuat orang tuamu bersyukur atas kehadiranmu.

karena ada nyawa yang dipertaruhkan untuk mendatangkan nyawa baru ke dunia.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar